STATUS SOSIAL EKONOMI HUBUNGAN DENGAN POTENSI KEJADIAN PENYAKIT TBC DI PUSKESMAS ANDALAS
Kata Kunci:
TBC, Sosial Ekonomi, PuskesmasAbstrak
Angka kejadian penyakit Tuberkulosis (TBC) di kota Padang masih tertinggi di Sumatera Barat di angka 3.659 kasus. Temuan kasus tertinggi terdapat di wilayah kerja Puskesmas Andalas Padang. Penyakit ini menjadi masalah kesehatan masyarakat yang berkaitan erat dengan kondisi sosial ekonomi, terutama pada masyarakat dengan akses terbatas terhadap layanan kesehatan, gizi, dan lingkungan sehat. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan status sosial ekonomi dengan potensial kejadian penyakit TBC di Puskesmas Andalas Padang. Jenis penelitian yang digunakan adalah analitik observasional dengan desain cross-sectional. Populasi penelitian adalah seluruh pasien yang berkunjung ke Puskesmas selama periode penelitian, dengan sampel sebanyak 103 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan signifikan antara status sosial ekonomi rendah dengan peningkatan potensi kejadian TBC. Kesimpulannya, status sosial ekonomi berpengaruh terhadap potensi kejadian TBC. Disarankan peningkatan edukasi kesehatan, perbaikan lingkungan, serta dukungan program sosial ekonomi untuk menekan risiko TBC di masyarakat.
Unduhan
Referensi
Christanto, A. (2024). Paradigma Baru Tuberkulosis pada Era Sustainable Development Goals (SDGs) dan Implikasinya di Indonesia. Cdk-260, 45(1), 57–60.
Gabriel, Yehezkiel, Juliana, & Monica. (2021). Penanggulangan TBC di Indonesia melalui Gerakan TOSS TBC. Jurnal Kesehatan Prima, 15(1), 57–67.
Haoxing, Z., & System, C. (2024). Penanggulangan Tuberculosis (TBC).
Kemenkes RI. (2023). Hubungan Sosial Ekonomi Terhadap Pasien TB Paru DItinjau dari Pasien Di Puskesmas Sentosa Baru Kota Medan 2023. Acta Universitatis Agriculturae et Silviculturae Mendelianae Brunensis, 53(1), 1–19. http://publications.lib.chalmers.se/records/fulltext/245180/245180.pdf%0Ahttps://hdl.handle.net/20.500.12380/245180%0Ahttp://dx.doi.org/10.1016/j.jsames.2011.03.003%0Ahttps://doi.org/10.1016/j.gr.2017.08.001%0Ahttp://dx.doi.org/10.1016/j.precamres.2014.12
Mu’tamaroh, I. (2025). Kemiskinan Sebagai Determinan Sosial Terhadap Kejadian Tuberkulosis (TBC) Di Perkotaan: Studi Kasus Pasien Tuberkulosis (TBC) Di Wilayah Kerja Puskesmas Kelurahan Pejaten Barat. Unusia. https://repository.unusia.ac.id/id/eprint/671/
Rokhmah, D. (2024). Gender dan Penyakit Tuberkulosis: Implikasinya Terhadap Akses Layanan Kesehatan Masyarakat Miskin yang Rendah. Kesmas: National Public Health Journal, 7(10), 447. https://doi.org/10.21109/kesmas.v7i10.3
World Health Organization. (2025). Global Tuberculosis Report. In Blood (Issue September). https://doi.org/978 92 4 156450 2
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 harinalafri77 resta, Sri Wahyuningsih, Muhammad Al Ashari (Author)

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.








